Tips Menyembunyikan File Rahasia Dalam Gambar


Untuk melindungi privasi, kita bisa saja menyembunyikan file yang kita miliki. Bagaimana caranya? Banyak cara menyembunyikan file, misalnya dengan di-hide atau menggunakanpassword. Terlalu biasa? Ada lagi cara lain yang keren, yaitu menyembunyikan file dalam file gambar. Dikutip dari buku Tip & Trik Menyembunyikan File Rahasia karangan Tri Amperiyanto (Elex Media Komputindo, 2013), ini dia rahasianya : 
Pertama, kita butuh program Hide In Picture (HIP). Meski program lawas, tapi masih berguna dan berjalan dengan baik dan lancar di Windows 7. Program ini tidak membutuhkan instalasi khusus. Jadi, kita tidak perlu melakukan proses instal. Cukup kita jalankan saja file EXE-nya secara langsung. Program akan langsung aktif berjalan.
Bagaimana HIP menyembunyikan file dalam gambar?
Teknik yang dilakukan oleh program ini adalah  mengubah warna dalam gambar tersebut sedemikian rupa, sehingga tidak terlalu jauh perbedaannya dengan gambar aslinya.
Saat suatu file disembunyikan, ia akan menyembunyikan setiap bagian di suatu area tertentu (khusus) dalam gambar. Area yang dipakai untuk menyimpan data dipilih dengan melakukan beberapa perhi-tungan berdasarkan password yang dibuat.
Saat mengambil file, perhitungan yang sama berdasarkan password akan dilakukan kembali oleh program dan digunakan untuk mem-bentuk ulang bagian-bagian yang telah “diamankan” sebelumnya.
Dengan teknik tersebut, pada saat kita akan memulihkan gambar, jika password yang dimasukkan salah, tentu saja program HIP akan mengambil data di area yang salah. Akibatnya? Program tidak akan menemukan data yang sahih bin valid. Sehingga akhirnya akan memicu timbulnya pesan kegagalan.
Langkah-langkah Menyembunyikan File dalam Gambar
Anggap saja kita mempunyai folder dengan nama test. Pada folder tersebut berisi data-data sebagai berikut: folder.doc, penting.txt, KD.bmp, dan titah.gif.
 

Sekarang kita panggil program HIP. Akan muncul jendela kecil seperti terlihat pada gambar berikut.
Kita dapat membuka file gambar dengan memilih File lalu memilih Open picture.
Setelah mengklik pilihan, maka jendela Open akan muncul. Anggap saja kita membuka filekd.bmp yang ada di folder Test. Bukalah folder tersebut dan cari file gambar yang akan dipakai sebagai master. Alias data utama yang akan menerima data file yang disembunyikan. Klik file target dan klik Open untuk membukanya.
Akan muncul jendela baru yang menampilkan file kd.bmp plus beberapa menu yang akan kita pakai untuk memanipulasi gambar tersebut.
Biasanya tampilan jendela ini akan menyesuaikan dengan ukuran gambar. Jika file gambar dalam ukuran besar, maka jendela program ini akan ikut membesar. Aturlah ukuran jendela ini dengan cara Resize, jika memang diperlukan. Seperti yang terlihat pada contoh berikut ini.
 Jika kita perhatikan, pada jendela ini akan terlihat suatu menu bar dengan pilihan Image danView. Juga terlihat toolbar sederhana.
Untuk menyembunyikan file ke gambar, ada beberapa cara yang dapat ditempuh. Pertama dengan mengklik menu dan memilih Hide file. Cara kedua, mengklik tombol ikon Hide lalu menentukan file mana yang akan disembunyikan. Cara lain lagi, kita dapat menyeret (drag) file yang akan digabung langsung ke kotak gambar.
Oke! Anggap saja kita telah menekan tombol Hide, maka akan keluar jendela Open yang berguna untuk memilih file yang akan digabung.  Pada contoh ini kita akan memakai file yang bernama folder.doc yang berada di e:\test.
Setelah file kita pilih, tekan Enter atau klik Open.
 

Jendela Hide-Options akan muncul. Pada bagian ini kita dapat mengetikkan password. Masukkan password sebanyak dua kali. Pada saat ini, jika kita ingin mengubah nama file yang akan digabung dapat dilakukan pada isian File name.
Pada bagian ini pula kita dapat menentukan enkripsi apa yang akan dipakai. Program menyediakan dua algoritama enkripsi, yaitu blowfish dan Rijndael. Secara default, program akan memakai blowfish. Hal itu tak perlu kita pusingkan. Kita pakai saja nilai defaultnya, dengan mengklik OK untuk melanjutkan perjalanan.
Sebaiknya tetap biarkan pilihan Write CRC aktif tercentang. Karena checksum berguna untuk melindungi data yang kita buat.
Klik OK untuk melanjutkkan atau klik Cancel untuk membatalkan.
Proses penggabungan data akan berlangsung. Tunggulah. Saat proses berakhir, berarti data telah kita gabung.
Oke! Saatnya untuk menyimpan file. Lakukan dengan mengklik tombol Save. Saya sarankan untuk menyimpannya sebagai file baru saja.  Oleh karena itu, klik tombol paling kanan. Aliassave picture as.
Jendela Save As akan muncul. Ketikkan nama baru untuk file hasil penggabungan tersebut, pada contoh ini saya memberikan nama test_kd.bmp. Klik Save untuk melanjutkan.
 

Selesai! File rahasia telah berhasil kita buat dan disimpan dengan nama baru. Sehingga data file gambar lama masih tetap utuh.
Jika kita bandingkan hasilnya akan terlihat bahwa antara file asli (KD.bmp) dan file hasil penggabungan (test_kd.bmp), ukurannya akan terlihat SAMA. Sehingga akan cukup sulit membedakan mana yang asli dan mana yang palsu!
Sumber:
Buku: Tip & Trik Menyembunyikan File Rahasia
Previous
Next Post »