Tipe Pesepeda Manakah Milik Anda?


Jika Anda sedang gemar menggowes, barangkali ini saat yang tepat bagi Anda untuk lebih mendalami 'fakultas persepedaan'. Maksud kami, jika urat takut Anda sudah putus... mungkin Anda bisa memilih fakultas free ride -ketika Anda senang bersalto ria, melompat-lompat semacam bunny hop, dan sebagainya. Atau tetap dengan jalurcross country yang risikonya kecil? Apapun pilihannya: Nikmatilah. Kini, kami mencoba menawarkan beberapa jenis sepeda yang barangkali tepat untuk sarana belajar di 'fakultas' yang Anda tuju:

1. Sepeda Gunung/Mountain Bike (MTB)
Sepeda gunung dicirikan dengan body sepeda yang relative lebih besar dan terlihat kokoh ditambah dengan ukuran ban sepeda yang lebar dan tapak ban yang kasar. Sepeda MTB ini bisa dikelompokkan dalam 4 kategori:
a. Cross-Country (XC)
Sepeda gunung ini didesain untuk jalan-jalan 'liar' (kombinasi jalan on-road dan off-road) dengan tingkat kesulitan mudah hingga menengah. Selain dirancang untuk melibas tanjakan, sepeda ini juga nyaman dipakai melahap lintasan menurun. Tipe ini biasanya lebih kokoh dibanding tipe sepeda gunung lainnya. Beratnya tergolong paling ringan diantara kelas sepeda yang lain, yaitu antara 17-25 pounds. Diameter roda biasanya menggunakan ukuran 26. Ciri lain dari sepeda XC adalah ukuran ban yang lebar, dengan permukaan ban sedikit kasar untuk mencengkeram permukaan jalan yg gak rata. Ciri yang lain adalah tinggi dari leher suspensi depan yang berkisar antara 80 – 120mm. Sepeda gunung XC biasanya dibagi dalam dua sub-tipe -merujuk pada sistem suspensinya.


1. Hardtail
Ini adalah sepeda gunung tanpa suspensi belakang yang terintegrasi dengan bodi sepeda. Suspensi hanya ada di bagian depan saja. Meski begitu, tingkat kenyamanannya masih bisa ditingkatkan dengan melakukan penyesuaian atau penggantian pada garpu (fork) depannya. Biasanya, sepedahardtail-suspension memiliki bobot lebih ringan ketimbangfull-suspension. Satu kelebihan hardtail-suspensiondibanding full-suspension bisa Anda dapatkan ketika memacunya dengan cepat -Anda tak akan banyak membuang energi. Memulai bersepeda gunung dengan sepeda tipe ini merupakan langkah awal yang bagus. Mengapa? Jelas jawabannya. Anda memiliki sepeda berbobot lebih ringan dan tahan lama.


2. Full-Suspension
Ini adalah sepeda gunung dengan dua suspensi -di bagian depan dan belakang. Pola suspensinya memiliki kemiripan dengan motor. Sepeda full-sus ini biasa digunakan untuk melibas mendan2 offroad yang extreme seperti untuk downhill dll. Sepeda ini biasanya menggunakan teknologi yang canggih dalam hal suspensi dan material sepedanya,.. sehingga biasanya harganya pasti Muahaal...
b. Allmountain/Trailbike (AM)
Pada dasarnya, tipe sepeda gunung ini adalah hasil modifikasi sepeda gunung XC yang dilengkapi sistem suspensi lebih lembut untuk menaklukkan medan dan rintangan yang lebih berat. Satu-satunya kelemahan tipe ini terletak pada upaya untuk mengayuh pedal, yang membutuhkan usaha lebih banyak dari pengendaranya karena penambahan panjang suspensi. 
Panajng leher suspensi depan jenis ini mulai 120 mm keatas. Sehingga terkesan posisi stang menjadi tinggi. Jenis ini dirancang untuk mampu melintasi medan bebatuan, tanah pegunungan maupun batuan lepas dengan nyaman pada kecepatan relatif tinggi dibandingkan dengan jenis XC. Berat keseluruhan sepeda berkisar 25-32 pounds.

c. Downhill (DH)
Sepeda gunung ini didesain khusus untuk menuruni lintasan yang curam. Tipe ini memiliki suspensi depan yang jauh lebih panjang dan lebih besar/kuat ketimbang sepeda gunung tipe lain. Sebagai dampaknya, sepeda gunung tipe ini biasanya memiliki bobot lebih berat dibanding yang lain. Di lintasan yang menurun, sepeda gunung ini mampu melesat seperti angin. Tapi di jalur menanjak, sepeda gunung ini susah diajak kompromi.

d. Freeride/Freestyle
Sepeda jenis ini rata-rata memiliki ukuran geometri lebih kecil dibandingkan XC, AM maupun DH. Sepeda ini dikhususkan untuk melakukan manuver-manuver extreme seperti melompat tembok, menuruni tangga, standing, jungkir balik, salto dll. Karena penggunaannya untuk hal-hal menantang di kawasan perkotaan, jenis ini tidak nyaman untuk dipakai bersepeda jarak jauh karena ukuran geometri yang biasanya dipilih ukuran kecil dan posisi sadel yang rendah.

2. Road race
Sepeda jenis ini khusus hanya boleh dan bisa melewati jalan raya, beraspal dan rata. Ciri khasnya, diameter roda lebih besar dari MTB (ukuran 27 atau 700c). Karena digunakan untuk balapan (road race), sepeda ini tergolong sepeda paling ringan dari seluruh jenis sepeda, dengan bahan yang digunakan mulai aluminium ringan hingga serat carbon.

3. Sepeda Hybrid
Namanya saja hybrid, pasti perpaduan dari minimal 2 tipe/model sepeda. Sepeda hybrid menjadi salah satu jenis sepeda yang sekarang cukup digandrungi karena modelnya yang keren, cukup ringan dan enak dikendarai. Ciri khas utama sepeda ini ada pada model stang yg tidak melengkung ke bawah (model balap) atau melengkung ke atas (model MTB), tapi menggunakan model stang yg lurus datar (flat-bar). Beberapa model yg sering dijumpai adalah sepeda dengan body/frame balap atau MTB yang menggunakan stang flat-bar. Kalo model frame MTB, biasanya selain stangnya flat, juga dikombinasi dengan ban yang relatif kecil.

4. Commuter
Sepeda jenis ini sangat berbeda dengan jenis-jenis sebelumnya yang rata-rata bermodel MTB atau sepeda balap. Jenis ini dikhususkan untuk kegiatan sehari-hari baik pergi ke kantor, sekolah, belanja, pasar dll. Model ini berukuran frame dan roda lebih besar, biasanya juga dilengkapi dengan boncengan belakang, tas bagasi belakang dan keranjang depan stang. Sebagian besar modelnya tidak menggunakan suspensi meskipun beberapa seri terbaru sudah ada yang menerapkan suspensi depan dengan model2 seperti MTB.

5. Fixie
Sepeda fixie merupakan singkatan dari Fix-gear,... artinya gear belakang sepeda hanya ada satu speed. Sepeda ini diunggulkan karena ringan, dan ringkas,.... sangat ideal untuk gowes di jalanan kota2 yg datar.

6. Folding Bike/Sepeda lipat
Ciri khas sepeda ini berukuran mini, bisa dilipat-lipat hingga memudahkan untuk masuk ke tas koper maupun bagasi mobil. Fungsi sepeda ini mirip dengan commuter, hanya bentuk dan ukurannya saja yang lebih kecil dan ringkas. Bagi yang senang bawa-bawa sepeda kemana-mana, model ini cocok untuk dipilih. Model ini khusus untuk nyepeda di jalan mulus perkotaan, jangan coba-coba melewati jalan yang extreme kalao tidak ingin sepeda ini "melipat" dengan sendirinya :)
Nah, ternyata banyak khan jenis-jenis sepeda itu,... silahkan pilih yang sesuai dengan kebutuhan anda, selamat bersepeda
Previous
Next Post »